Posted by Zetapedia on Thursday, 5 March 2015
Bagi anda yang gemar membaca cerpen. Mari baca cerpen yang sangat mengahurakan ini seorang lelaki yang benar-benar tulus dalam menjalani kehidupannya. Langsung aja kita simak cerpen di bawah ini
JUDUL : LELAKI DAN SEKUNTUM
KAMBOJA
KARYA : M.ARMAN AZ
Apakah yang menarik di sebuah tempat yang namanya kuburan, selain
pepohonan-pohonan kamboja, makam-makam yang bertaburan, lirik angin yang
mencengkam dan sunyi menikam? Siapa pula yang mau menyambangi tempat yang membuat
bulu kuduk berdiri yang angker itu, kecuali pada saat tertentu saja seperti
hari raya atau penguburan jenazah?
Tapi hampir tiga bulan belakangan sering kulihat sesosok laki-laki itu
di sana. Termangu di sebuah nisan berlapis marmer biru di pojok kiri arial
pemakaman. Seingat ku, itu makam seorang wanita. Aku yang menggali kuburnya dua
tahun yang lalu. Entah apa hubungan si lelaki itu dan penghuni makam itu.
Dia masih muda. Kurasa umurnya di bawah tiga puluh tahun. Tubuhnya kurus.
Kalau berjalan terlihat membungkuk. Rambut memenuhi wajahnya yang ikal dan jambang. Kehadirannya tidak bisa di
terka. Kadang seminggu sekali, tiga minggu sekali, malah pernah tiga hari berturut-turut kulihat dia sedang ziarah. Mungkin orang
lain tak mungkin percaya jika kuceritakan hal ini. Tapi begitulah kenyataannya.
Kebiasan unik lelaki itu membuat cepat hapal gerak-geriknya. Anak istriku pun
tak curiga lagi jika melihatnya di kejauhan, berjingkat melewati nisan, sebelum
tiba di makam itu.
Pernah suatu pagi. Ketika membuka pintu belakang untuk menaburi pakan
di kandang bebek, aku terlihat kaget melihat dia sudah di sana. Sang surya belum utuh mengambul dari ufuk timur, dia
seperti tak kenal waktu. Ketika orang-orang. Berangkat kerja, ke pasar, atau
kampus, dia malah ke kuburan ku amati gerak-geriknya di balik pepohonan. Dia berusaha
menjauhkan daun kering yang berada di atas makam dan mencabuti ilalang yang tumbuh
di sekelilingnya. Setelah bersih, ia duduk bersimpuh. tak lama, terdengar
lantunan ayat suci menggeletarkan udara pagi.
Terakhir kali aku melihatnya dua hari yang lalu. Cuaca yang hening. Angin berembus sepoi-sepoi. Sinar matahari senja menyimbul rindang pohon kamboja. Jatuh
di tubuhnya berupa pandat-pandat cahaya dan dedaunan beterbangan. Seekor burung
putih. Dari atas pepohonan. Hinggap di atas batu nisan. Dari balik pohon yang
rindang, aku merekam pemandangan itu.
Apa makna dan kesimpulan cerpen yang anda dapat setelah membaca cerpen ini yang mengambarkan seorang laki-laki yang penuh histeris. Jangan lupa lek dan komentar jika artikel ini sangat bagus. Lebih dan kurangnya mohon maaf masih newbie gan.