Contoh Puisi - Tidak semua puisi dapat di bacakan di
panggung. Adakalanya puisi di ciptakan penyair untuk di baca seorang diri dalam
kamar. Pada contoh puisi serupa ini kamu temukan keindahannya saat di renungkan
seorang diri. Karena sarat dengan lambang-lambang dan imaji. Akan tetapi, ada
juga contoh puisi – puisi yang menjadi indah saat di baca di depan publik. Contoh
Puisi semacam ini di sebut contoh puisi auditorium. Biasanya, contoh puisi
auditorium tidak di tulis dengan bahasa yang penuh dengan lambang-lambang dan
imaji yang sulit ditafsirkan. Contoh Puisi auditorium dapat di baca dengan
mudah di depan publik dan mudah di pahami pendengarnya.
Untuk dapat membacakan contoh puisi dengan menarik
seseorang harus memperhatikan hal-hal berikut
- Maksud puisi yang akan di baca harus di pahami dengan
baik. Jika seseorang sudah memahami puisi larik demi larik dan keseluruhan isi
puisi akan dapat di baca di depan publik dengan penuh penghayataan.
- Kata-kata harus
di lafalkan dengan jelas intonasi (tinggi rendahnya suara) dan tekanan harus
dipraktekan secara tepat dan variatif.
- Penampilan harus sepada dengan makna puisi. Tidak
berlebihan dan tidak kaku. Dengan cara itu, kamu akan menjadi pembaca puisi
yang memikat.
Berikut terdapat sebuah contoh puisi auditorium.
Pelajarilah terlebih dahulu contoh puisi tersebut secara seksama agar kamu
memahami maksutnya?
Bayangkanlah pelafalan, intonasi, aksentuasi, dan
ekspresi yang di tampilkan?
Contoh puisi
Seorang anak kecil
Bermata pucat sayu hampir bolong
Bersandar terlongong
Perut kosong penuh koreng
Menahan lapar teramat sangat
Di kursi terminal
Seorang nyonya
Dengan gincu merah di bibirnya
Perhiasan kuning di seluruh tangannya
Menahan nafas akan bau keringat
Orang-orang yang berdesakan
Di sudut korsi terminal
Pengemis tua
Bersandar kelelahan
Di kursi terminal
Menunggu seseorang memberinya recehan
Meski lelaki yang berseragam itu
Memaki, menendang, mengusir pergi
Si anak berucap,
‘’Oh, betapa laparnya perutku.’’
Si nyonya berkata,
‘’Oh, betapa baunya tempat ini.’’
Dan si pengemis tua menangis,
‘’Oh, beta tidak enaknya jadi orang kecil.’’
Dan kursi terminal cuman membisu
Tak sedikitpun peduli
Contoh puisi
Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelapak elang menyinggung
Muram, desir air berlari-lari berenang menemui bujuk
pakal akanan
Tidak bergerak tanah air tidur hilang ombak.
Tiada lagi, aku sendiri.
Berjalan sekali di ujung dan sekalian
selamat jalan
dari pantai keenam, serbabu
penghabisan bisa terdekup
Contoh puisi merupakan bentuk karya sastra yang
sifatnya konsentratif dan individual. Selain itu, puisi bersifat aksentuatif
yaitu memusatkan isi ( nilai dan makna ) yang diperoleh dengan pengamataan atau
intensifikasi penggunaan kata. Puisi di pengaruhi oleh beberapa unsur seperti
karya sastra lainnya, yaitu unsur interinsik dan ekstrensik. Bentuk ini akan di
uraikan beberapa contoh dari ciri unsur-unsur tersebut.